Friday, January 06, 2006

Cerita Garing

Ini joke dari temen gw. Garing abizzz! Tapi gw bener2 ngakak karena kebetulan cocok banget buat merangkum dua posting gw: yaitu tentang tahu formalin dan tentang ibunya Kiki Fatmala. Udah gw rapi2kan sedikit biar enak dibaca tanpa mengurangi isi (paling sebel kalo ada orang kirim sesuatu pakai plain text. Gak cantik deh.. ;-p). Enjoy!

----------------------------------------------------------

From: xxx [mailto:xxx@p...]
Sent: Friday, January 06, 2006 2:49 PM
To: ‘Maya Noto’
Subject: FW: Korban Formalin

ASAL-USUL PENGGUNAAN FORMALIN

Akhir-akhir ini di media massa beredar kabar tentang penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan. Bahan kimia yang lazim digunakan untuk mengawetkan mayat ini membuat beberapa jenis bahan makanan lebih sesuai dengan keinginan konsumen. Tahu yang menggunakan formalin dikatakan lebih kenyal, tidak mudah hancur, dan tahan hingga beberapa hari. Ikan asin pun menjadi tidak berbau dan terlihat lebih bersih.

Umumnya masyarakat terkejut ketika mendengar temuan ini. Omzet penjualan bahan-bahan makanan tersebut pun turun drastis. Berita ini telah menimbulkan keresahan masyarakat. Walaupun belum jelas akibatnya bagi manusia yang mengkonsumsi bahan pengawet ini, rata-rata konsumen memutuskan untuk berhenti mengkonsumsinya untuk sementara waktu.

Padahal praktek penggunaan formalin untuk bahan makanan ini sudah berlangsung sejak puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun lalu. Baru-baru ini wartawan kami menemukan bukti nyata penggunaan formalin tersebut di masa lampau, serta akibatnya bagi orang yang mengkonsumsinya.

Korban pertama konsumsi bahan pengawet ini ditemukan di Sumatera Barat. Seorang bocah lelaki diduga mengkonsumsi bahan pengawet ini ketika ia sedang merantau ke sebuah negeri di Eropa. Beberapa tahun setelah merantau, bocah yang telah menjelma menjadi pria muda ini pulang ke rumah ibunya dengan kapal laut. Sepanjang perjalanan menuju kampung halamannya, pria ini mulai merasa badannya perlahan-lahan menjadi kaku. Puncaknya, beberapa kilometer sebelum mencapai Teluk Bayur, pria ini berubah menjadi batu.

Legenda setempat mempercayai bahwa pria ini menjadi batu karena telah berlaku durhaka kepada bundanya. Namun temuan terakhir menyebutkan bahwa dalam bangkai kapal yang ditumpangi pria malang itu ditemukan sebuah botol obat keras produksi suatu perusahaan obat terkenal di London, UK. Obat itu diduga hanya dapat dibeli dengan resep dokter, karena pada kemasannya terdapat label berbunyi:

For Malin
Daily
 2 x 2 teaspoon

----------------------------------------------------------

Kalo di lenong, ini saatnya ada yg ngebunyiin simbal: Duk cesss!

Thank you for sharing me the joke, Nyes! Makasih juga buat yg sudah kreatif bikin cerita ini whoever you are.