Friday, December 23, 2005

Friendship

Udah lama pingin nulis tentang friendship, tapi biasa deh, kalo lama gak ditulis2 ide akan menguap begitu saja. Baru muncul sekarang setelah mood-nya cocok.

Awalnya pingin nulis tentang friendship karena perseteruan dua orang teman beberapa waktu lalu. Dua2nya sama2 muda. Dan darah muda emang gampang bergejolak. Alkisah, salah satu dari mereka merasa gak dihargai oleh yang satunya. Ada lah beberapa kejadian, seperti yg satu ngomongnya agak sepa ke yang lainnya, gak balas SMS, gak balas telfon, dll. Sampai terakhir kalinya adalah yg satu itu menolak waktu diajak ngomong empat mata. Nah, di situlah salah satu teman gw langsung sensi abis dan memutuskan hubungan. Alasannya:

He is not my best friend anymore. He has changed. A true friend should never let his friend down. A true friend will treat his friend with respect

Waktu itu pertanyaan gw satu aja ke teman gw itu:
Look at yourself. Do you act as a true friend? A true friend never expect anything from his friend. A true friend will only give. And when he does not receive anything in return, a true friend will never use it as a reason to end the friendship

Menurut gw sangat lucu bahwa seseorang bisa mengatakan temannya bukan teman yang baik karena bertindak tidak sesuai dgn harapannya. Karena memiliki harapan saja merupakan sesuatu yang salah dalam sebuah persahabatan.

Kali kedua gw niat menulis topik ini di blog adalah ketika nonton sebuah reality show lokal. Seorang pemain mengambil keputusan yang dianggap salah oleh banyak orang: karena menyebabkan gugurnya salah seorang temannya. Dia dianggap berkhianat, bahkan si teman yg gugur itu berkata: Lihat sendiri, dia seorang pengkhianat. Demi harta, dia rela mengkhianati teman2nya sendiri. Orang yang benar2 sayang sama dia.

Waktu itu dahi gw langsung mengernyit. Ada yg nggak masuk di akal gw. Kalau seseorang benar2 sayang sama seseorang lainnya, dia hanya akan memberi. Dia tidak akan berharap anything in return. A true friend will accept and endure any pain for his/her friend. Jadi menurut gw lucu sekali kalau ada seseorang berkoar2 bahwa dia benar2 sayang pada seseorang, tapi dalam tarikan nafas yang sama berkata bahwa orang itu mengkhianati dia. Even kalau orang tersebut benar2 mengkhianati, seorang teman sejati tidak akan berkoar2 di depan umum. She/he'll just accept and endure the pain in silence.

Friendship menurut gw adalah sesuatu yang sangat istimewa. Setingkat di bawah pacaran dan/atau menikah. Dalam friendship, rasa sayang dan perhatian yg kita berikan setara dengan pacaran atau menikah, hanya saja hubungan tidak diikat oleh lembaga/norma yang meresmikannya. Dan karena itu gw selalu bilang sama kenalan2 gw: hidup gw penuh lingkaran. Sebagian besar orang berada di lingkaran terluar. Dan walaupun gw mencoba baik dan sayang pada semua kenalan gw, berusaha membagi certain amount of love and caring to each of them, hanya sedikit yg berhasil menembus lingkaran utama gw. Tapi sekali seseorang bisa menembus lingkaran dalam, masuk ke dalam my inner circle, gw emotionally involved with each of them. Gw sangat berhati2 menawarkan friendship, karena sekali kami terikat dalam friendship, I will dedicate certain amount of love, I will accept and endure the pain for them. Dan karena janji yang gw buat ini, gw gak bisa menjadikannya mass product. It should be a niche product. Bukannya mau pilih2 teman, tapi diri sendiri kan juga punya keterbatasan. Jangan sampai malah gak bisa kasih apa2 ke teman krn memaksakan diri.

Salah satu teman gw pernah berhasil menembus lingkaran yg cukup dalam. Tapi kemudian dia melakukan satu2nya hal yang pernah gw mohon dia untuk tidak melakukannya: bicara tentang suatu hal di tempat terbuka. I spent months trying to beg him not to do that. Dengan jalur personal tentunya. Dan ketika jalur personal itu tidak berhasil, dengan sindiran di tempat terbuka itu. Dan ketika tidak berhasil juga, terpaksa kasih shock therapy dengan memberikannya treatment yang setara: menyebutkan sesuatu yg dimintanya tidak disebutkan di tempat terbuka. Tapi untuk sampai keputusan ini, gw melalui berbagai pertimbangan dulu, dan benar2 gw pilih hal yg will not do too much harm.

Tapi gw tidak pernah membenci dia. Gw tidak pernah memutuskan tali persahabatan dengan dia. Karena sekali gw tawarkan friendship padanya, maka kami berdua tidak lagi dua entity yang sepenuhnya berbeda. Hurting her/him means hurting part of me too.

Oleh karena itu, hadiah terbaik yang pernah gw berikan pada orang2 yg gw sayangi adalah sama seperti yg diucapkan Don Corleone dalam The Godfather (Mario Puzo): "I'll give him an offer he cannot refuse: I'll offer him friendship"