Friday, December 09, 2005

Every Little Thing is Magic

Beberapa hari lalu gw makan siang sama dua orang teman, sebut saja namanya Mas Boy dan Kelly. Asal muasalnya, si Kelly bermaksud konsultasi sama Mas Boy yg kebetulan memang termasuk orang yang peka terhadap alam sekitar (baca: dianggap punya sixth sense, kalo bahasa awamnya). Obrolan berlangsung ngalor ngidul kesana kemari sampai 3 jam, tapi gw gak jelas sebenernya apa yang mau dikonsultasikan oleh si Kelly. Esok harinya Kelly baru ngaku ke gw tentang agenda konsultasinya dia yang sebenernya: let’s say Kelly sudah melakukan more than enough effort to ensure something dan sekarang pingin si Mas Boy (dengan kepekaannya) membantu melihat apakah it’s worth.

Frankly, I’m amazed to hear that!

I’m amazed karena obrolan kita yang panjang lebar ngalor ngidul gak jelas itu sebenernya sudah menjawab pertanyaan Kelly yang tidak sempat terucapkan! Isn’t it magic? Jawaban itu sudah tersedia di depan mata, hanya saja Kelly (mungkin) gak menyadarinya karena itu bukan jawaban yg ingin didengarnya. Kelly ingin jawaban pasti: yes or no. Sementara Mas Boy memberikan jawaban beyond that, karena intinya semua hal itu bisa dijawab yes, it’s worth that effort.

 

Bacalah ayat-ayatku
Dalam hati yang tenang dan lapang
Tidakkah kau lihat kehidupanmu
yang kutautkan pada diriku
Tidakkah kau sadar setiap mimpi
tercipta karena ku kirim itu padamu
Setiap huruf membawa satu kabar
kuncinya ada padamu
Bukalah
simpan maknanya
Sampai saat kau bertemu lagi
denganku

(Bagus Takwin, Januari 1992)

 

Sepanjang makan siang itu gw & Mas Boy berkali2 bilang dan ngobrol bahwa semua yang terjadi di sekitar kita adalah ujian buat kita. Tidak ada kejadian yang buruk. Yang ada mungkin hanyalah jalan berliku untuk mendapatkan yang lebih baik.  Berkali2 kita bicara tentang: yang penting usaha, tapi kalau udah diusahain seperti apa pun gak berhasil, berarti itu memang sudah diatur begitu. Jadi gak usah mikirin usaha kita worth atau tidak. Yang penting usaha aja, dan bersiap diri kalau tidak berhasil, karena ketidakberhasilan itu sebenernya adalah keberhasilan dalam bentuk lain.

Yang bikin gw amazed lagi, Mas Boy sempat kasih joke tentang orang yg protes ke Tuhan karena (merasa) doanya tidak pernah dijawab oleh Tuhan. Tuhan menjawab complaint itu dengan, “Sebenarnya semua doamu selalu Aku jawab. Tapi kebanyakan jawaban atas doamu adalah ‘TIDAK’”. Hehe.., jadi sebenernya orang itu aja yang gak sadar bahwa doanya sudah dijawab oleh Tuhan karena jawaban Tuhan tidak sama apa yang dia tunggu2.

Hmm.. magic! Every little thing around us is magic! Semua di sekitar kita itu sebenernya terlalu penting untuk diabaikan. Semuanya adalah jawaban. Semuanya adalah tanda yg bisa dibaca. Yang jadi masalah adalah bagaimana kita membacanya? Sering kali kita gak bisa membaca dgn tepat karena kita malas latihan membaca, atau justru karena kita kelewat sibuk mencari kata2 tertentu sebagai jawaban.  Padahal, the answer is always there, it’s a matter how to read and interpret.

Puisi yang gw kutip ini ditulis oleh seorang teman long long time ago. Gw suka banget sejak baca puisi ini di majalah kampus, walaupun gak sepenuhnya ngerti artinya apa. Tapi moga2 si penulis gak keberatan bahwa hari ini gw menggunakan puisinya sebagai rangkuman tulisan hari ini: bahwa semua hal di dunia ini saling terkait, semua hal di sekitar kita membawa sebuah tanda, sebuah huruf, yang kuncinya ada pada kita. Sekarang terserah kita bagaimana mengumpulkan huruf demi huruf itu, dan membacanya sebagai suatu kalimat yg utuh.

*dan untuk seorang teman di luar sana, aku sedang mengumpulkan tanda2 (yang kau kirim). Gak nulis apa2 bukan berarti gak mau beraksi, or something personal to you. Hanya mencoba belajar mengumpulkan lebih banyak huruf lagi supaya gak salah baca :-p Afterall, kesabaran itu indah, kan?*