Sunday, November 20, 2005

BELAHAN JIWA: Komentar Teoritis

Kalo tentang film best seller, gw biasanya percaya sama judgment-nya Popsie. Jadi gw gak perlu nonton lagi. Tapi waktu dia recommend Belahan Jiwa dgn embel2 bahwa itu filmnya Mbak Maya banget, hmm, sekali ini gw jadi tergelitik. Emang seperti apa sih film-yg-Mbak-Maya-banget itu? Jadi pas Iwan ngajak nonton bareng2 (tadinya mo ngajak Irfa, Linda, dll), langsung aja gw sambut gembira. Lagian udah lama gak berkegiatan bareng anak2 N&A.

Begitu filmnya dibuka, gw udah langsung ngerasa ngerti jalan ceritanya. Empat sahabat yg katanya belahan jiwa itu pasti bagian dari kepribadian majemuk. Dari judul film dan embel2 psycho-drama aja udah ketebak! Nah, gw udah siap2 mo tidur deh! Sampai tiba2 Dian Sastro muncul, hujan2an bawa lukisan.

Lukisan, pribadi yg bingung. Ring a bell? It's sooo Sybil and Billie Milligan. Dua tokoh nyata kepribadian majemuk ini dikenal awam suka melukis. Okay, let's see if there is anything good from this story..

First, the logic. Kalau ini adalah kepribadian majemuk, pasti ada pribadi utama, the real personality sebelum terbelah2. Pribadi itu harus kelihatan rapuh, bingung, ketakutan, dan (harusnya, krn ini fiksi) belum kenal dgn pribadi lainnya. Itu haruslah si Cempaka yg diperankan Dian Sastrowardoyo.

Next, bagaimana hubungan kepribadian lainnya? Harusnya ada pribadi yg dominant (seperti Peggy Lou di Sybil Dorsett, atau Arthur di Billie Milligan). Dan itu gw lihat di Khairo yg diperankan Rachel Maryam. Harusnya tokoh ini yg muncul secara dominan, mempengaruhi yg lain2. Tokoh pengambil keputusan, tokoh yg paling sering memegang kendali badan. Dan ya! Khairo ini pelukis. Dia digambarkan mengambil darahnya sendiri untuk mewarnai lukisannya. Dia juga yg memutuskan menggugurkan kandungannya. Tokoh2 lain, Baby Blue yg arsitek, serta Faryna yg perancang busana, pada dasarnya merupakan kepribadian turunan yg memiliki bakat sama: menggambar. Ini cocok dgn kepribadian dominan (Khairo) dan kepribadian asal (Cempaka). Sementara kepribadian Arimbi justru mungkin merupakan katup aspirasi semata, dan kepribadian Katryna dan Sofia mewakili perpecahan kepribadian di awal ketika terjadi pengalaman traumatis.

Next, penyebab trauma. Kekerasan seksual di masa kecil dan melihat ayahnya bunuh diri. Sahih.

Next, gejala fisiologis yg sama akibat perbuatan salah satu pribadi. Hal ini juga ditunjukkan dgn keguguran yg dialami seluruh pribadi ketika Khairo mengaborsi janinnya, serta bekas suntikan di lengan Cempaka akibat pengambilan darah Khairo. Not bad for a movie!

Terakhir, ketika Cempaka yg mati gantung diri secara otomatis mematikan pribadi2 yg lainnya.

Well, tentu aja bolongnya film ini banyak juga. Pertama, sangat tidak mungkin bahwa para pribadi itu tidak tahu mereka mengencani pria yg sama. Karena mereka berbagi tubuh, mereka justru akan saling tahu si Bumi itu siapa. Jadi adegan bahwa mereka baru tahu tentang Bumi di menjelang akhir acara itu gak mungkin terjadi.

Kedua, pengalaman hidup para pribadi dalam tubuh itu harusnya bersifat saling mengisi, bukan menjelma jadi kenyataan2 sendiri dalam waktu yg bersamaan. Jadi, gak mungkin Cempaka hidup sebagai perancang, pelukis, dan arsitek sekaligus. Juga gak mungkin masing2 tokoh punya pengalaman berbeda dalam mengetahui dan menyampaikan kehamilannya. Masing2 proses harus dilalui satu kali saja. Jadi bisa saja Faryna yg muntah2, lantas Arimbi yg pakai test pack, tapi gak mungkin bahwa Khairo dan Baby Blue masing2 menyampaikan kabar itu pada Bumi. Hanya salah satu yg bisa menyampaikan, krn hidup mereka yg nyata tidak paralel antar pribadi.

Tapi di akhir cerita, gw menemukan jawaban KENAPA bolong2 ini muncul. Ternyata karena kesalahan pemahaman, seperti yg tergambar pada dialog si psikoterapis yg diperankan Indah Kalalo dgn si Bumi: OTAK CEMPAKA MENCIPTAKAN KEPRIBADIAN2 LAIN UNTUK MENGATASI TRAUMANYA. Inilah letak kesalahannya, yaitu kepribadian2 tersebut dianggap sebagai kepribadian bayangan yg dibentuk otak. Sebuah ilusi, sehingga yg ada adalah kehidupan paralel antara masing2 pribadi, bukan sebuah sequence yg dikuasai oleh pribadi yg berbeda.

Padahal kepribadian majemuk itu tercipta dari pembelahan jiwa, bukan dari persepsi otak belaka. Ibaratnya raga kita ini adalah cawan mikroba, yg memuat satu amuba (=binatang bersel satu). Karena trauma (misalnya, kalo di cawan ini adalah benturan keras), maka amuba itu akan membelah diri. Hasil pembelahannya itu akan tumbuh sendiri. Maka di cawan ini sekarang tidak lagi hanya ada satu amuba, tapi dua amuba. Dua amuba ini memang hidup sendiri2, tapi kalo cawannya dipindah ya dua2nya pindah. Gak bisa satu pindah, satu gak dipindah. Itu sebabnya kehidupan nyata mereka adalah sequential, bukan paralel.

Walaupun banyak kekurangannya dari segi teknis dan teoritis, untuk ukuran film, bolehlah dijadikan tontonan alternatif .. ;-p