Thursday, July 07, 2005

Hanya Jika Hatimu Menginginkannya

Setelah seharian nge-post di salah satu milis, tanpa ditanggapi teman2 lainnya, salah satu teman baik gw meng-SMS dengan nada nyolot:

+62818xxxxxx:   Capek ah. Boring monolog mulu. Mending gue konsen bikin blog aja ah. Bubye my mod.

Balesan SMS gw:   Hehe, lakukan sesuatu hanya jika hatimu menginginkannya, shg kau tak kan pernah bosan dan kecewa. Kalo loe monolog demi diri loe, loe gak bakal pernah bosen. Tapi kalo demi milis, atau tujuan lain other than your own happiness, loe akan selalu nemu alasan u/ bosen.

Balesan gw nggak nyambung ya? Well, mungkin harus diceritain konteksnya.

Teman gw ini protes lantaran gw nggak seaktif dulu di komunitas kecil yang kami pelihara bersama2. Ada harapan tak terucap bahwa dia pingin semua kembali seperti awal berdirinya milis itu: jumlah post bisa puluhan atau ratusan sehari. Sekarang milis itu memang cenderung sepi. Membernya lebih asyik tukeran SMS atau copy darat. Salah satu yang setia nge-post ya teman gw itu. Sebenarnya wajar saja kalau teman gw itu pingin gw juga rajin seperti dia, karena kami termasuk fosil milis: baik dari segi umur maupun dari segi lama bergabung di milis. We are the Elders.

Mungkin dia akan lebih bahagia, karena semua jerih payahnya terbayar kontan dengan terciptanya ide2 di kepalanya menjadi sebuah tulisan nyata.

Tapi gimana ya? Sekali ini gw nggak setuju sama teman gw itu. Gw percaya bahwa apa yg terjadi di milis ini adalah suatu bentuk evolusi dan adaptasi. Dengan demikian yang bisa menentukan bertahan atau punah adalah survival instinct member2nya sendiri, bukan para pemuka atau pemimpinnya. Kalau memang harus bertahan, milis akan menemukan bentuk baru yg lebih cocok. Tapi kalau nggak bisa bertahan, ya memang harus punah. Gw tidak ingin membuat Jurassic Park untuk menghidupkan dinosaurus yg tidak bisa beradaptasi. Gw mau membiarkan milis itu menjalani evolusinya dengan alamiah, seperti monyet yang berubah menjadi Pithecanthropus Erectus dan pada waktunya menjadi manusia.

*dan gw yakin memang milis ini lebih mirip seperti evolusi manusia, karena kesepiannya lebih merupakan hasil dari copy darat yang lebih dominan. Suatu bentuk adaptasi dari proses evolusi. Bukankah untuk survive kita kadang harus berubah bentuk?*

Well, pada akhirnya gw persilakan dia untuk membuat Jurassic Park-nya. Gw selalu berprinsip bahwa life is a matter of choice, semua orang berhak membuat pilihan dan pilihan itu tidak pernah salah selama kita memahami dan siap dengan resikonya. Unfortunately, kalimat terakhir ini yang lupa gw sampaikan sebelum teman gw membangun Jurassic Park-nya. Itu sebabnya muncul SMS tersebut ketika sebuah resiko terjadi. Dan makanya balesan SMS gw bunyinya gak nyambung.

Gw tahu berat banget untuk melakukan sesuatu bukan demi kegiatan itu sendiri. Berat banget rasanya kalau sesuatu itu kita lakukan demi sesuatu yang lain. Sadar gak sadar, kita selalu merasa berkorban sebelum meraih apa yg kita harapkan itu. Kita nggak akan pernah merasa bahagia, dan puas, selama mengerjakannya. Dan bahayanya, apa yg kita harapkan belum tentu muncul. Jadi sering sekali kita berakhir dgn rasa kecewa.

Gw hanya mencoba membayangkan bila teman gw ini melakukan monolog di milis karena dia memang senang menuliskannya. It’s the process of writing that becomes her award. Mungkin dia akan lebih bahagia, karena semua jerih payahnya terbayar kontan dengan terciptanya ide2 di kepalanya menjadi sebuah tulisan nyata. Dia tidak harus menunggu bayarannya dengan sesuatu yg belum pasti: kehidupan milis yang kembali aktif.

Cintailah apa yang loe lakukan itu, demi kegiatan itu sendiri. Bukan demi hasil yang mungkin akan datang darinya. Bukan demi sesuatu yang melatarbelakanginya. Karena itu yang akan membuat loe tetap merasa mendapatkan sesuatu meskipun hadiah utama lepas dari tangan loe. Karena itu yang membuat loe tidak akan kecewa dengan hasil apa pun yang loe lakukan. Karena itu membuat loe tidak berharap pada apa yang belum tentu bisa loe raih.

+62818xxxxxx:   Sori kepotong. Berkenan mengirim ulang? Cieh bhs gue.

Nggak! Gw nggak mau kirim ulang SMS-nya, Jeng! Gw tulis di blog aja jawaban singkatnya: Lakukanlah sesuatu hanya jika hatimu menginginkannya, supaya tidak ada beban di situ dan kebahagiaan menjadi sesuatu yg pasti.