Friday, July 22, 2005

Apalah arti sebuah nama?

Kalau menurut pengalaman gw di Research Agency sih, nama project itu BANYAK artinya!

Di bidang kerja gw, ad hoc research, semua project dikasih nama sandi. Tujuannya ada dua: pertama untuk menjaga kerahasiaan klien (sehingga kalau ada dokumen yang tercecer, orang awam gak gampang tahu bahwa itu project si merek ini dari perusahaan ini), dan kedua untuk mengantisipasi penyimpangan data gara2 responden sudah bisa menduga apa yg akan ditanyakan.

Dan, kami punya superstition bahwa nama project itu bakal ikut menentukan nasib si project. Emang sih kesannya tahyul banget, tapi ternyata beberapa kasus membuktikan lho!

Gw pernah punya project namanya Gateau. Itu dari bahasa Prancis, artinya kue. Tapi beberapa teman gw memplesetkannya jadi gak tau. Dan, project itu sempat maju mundur karena kliennya bilang: Aduh, saya juga gak tau kapan marketingnya siap dengan produk yg mau diujikan.

Lain lagi, temen gw kasih nama project Steelheart. Dan, project itu terkatung2 karena field supervisornya selalu bilang: aduh mbak, cari respondennya susah banget! Dan akhirnya, kita kembali percaya itu adalah kutukan karena ngasih nama project yg bisa diplesetkan jadi: still hard to find a respondent.

Project lain lagi berjudul Remedios. Dan, project itu juga mulur banget dari waktu yang ditentukan, sampai2 kita memplesetkannya sebagai: belum sembuh juga project loe? (Remedios = remedy = menyembuhkan)

Nama sandi lain adalah Lupercalia, yang selalu diplesetkan jadi: laper kali ye. And you know what? Salah satu FGD-nya panjang banget, sampai2 moderatornya nggak sempat makan siang karena harus segera ngejar FGD selanjutnya.

Masih banyak sih contoh2 lain, seperti Gladiator yang ternyata harus bikin researchernya gontok2an sama aparat keamanan lokal urusan ijin penelitian, Clueless yang hasilnya begitu aneh sehingga bingung menganalisa, atau Gurindam yang benar2 bikin gw bikin puisi sedih gara2 kliennya ajaib banget permintaannya.

Tapi ada juga kasus2 yang berhasil dengan baik dan kebetulan punya nama sandi yang baik. Misalnya Hakuna Matata yang benar2 santai tanpa masalah (artinya no worries, diambil dari film Lion King), Oishii yang sisa produknya banyak banget dan enak banget (Oishii = nikmat, dari bahasa Jepang), T-bone yang bikin gw sempat makan enak di Cirebon (pulangnya masih bawa rajungan sekarung).

Atau kebetulan yang lucu, seperti project yang gw kasih nama Cinnamon. Field supervisornya sempat ngeledek gw gini (maaf, tidak bermaksud SARA): Cinnamon apaan sih, May? Cina Montok? Dan, gw jadi ngakak sendiri waktu ternyata sebagian besar responden FGD-nya memang montok-montok.