Wednesday, June 29, 2005

Remains of the Day: Lagu2 Gila di Psiko-UI

Bang Pe itu senior gw di kampus. Minggu lalu dia menikah. Gw nggak bisa datang ke pestanya. Tapi Agnes berbaik hati memberikan laporan pandangan mata bahwa: pokoknya kawinannya Bang Pe udah mirip sama Musikantin kita dulu. Band pengisi acaranya Bilikmusik-nya Adoy sama Cozy Street Corner. Tapi nyanyinya lagu beneran, bukan lagu plesetan kayak di kantin.

Hihihi, gw jadi inget jaman2 kuliah dulu. Di kantin Psiko, dulu kami hobi sekali menyanyi. Suara nggak penting, yg penting happy. Lagunya juga lucu2. Mulai lagu asli yang diubah syairnya, hingga lagu2 gubahan sendiri yang asoy-geboy.

Simak syair lagu ini, yang dinyanyikan dengan irama Kuambil Buluh Sebatang. Biasanya dinyanyiin kalau ada angkatan baru yg mulai bergaul sama senior. Kami punya tradisi bahwa dalam kumpul2 multi-angkatan di kantin, angkatan termuda harus bikinin kopi buat seluruh seniornya:

Kuangkat air seember
masuk ke tenda konsumsi
di sana kan direbus pakai api
mau dijadiin kopi

Susahnya anak baru
Musti bikin kopi seember
Biar senior jadi pada teler
Paling enggak jadi beser

Atau yang ini: dari lagunya Iwan Fals.

Pernah kumencoba bunuh diri
Tapi rasanya geli sekali
Oh maafkanlah

Simak juga plesetan2 (yang kadang2 saru) dari syair lagu2 kondang:

I was Sepultura, You re Metallica (Bobby Caldwell: I was a fool to be thinking just of me)

For I cant help, jiwa raga kami (Julio Iglesias: For I cant help falling in love with you)

Dimasukin dong! But it s over now! (Roxette: It must ve been love, but it s over now)

Making love, wearing nothing at all (Air Supply: Making love, out of nothing at all)

Ada juga lagu2 plesetan yg kalau gw tulis di sini mungkin bisa membuat gw dituduh subversif (jadi gw nggak berani tulis di sini, ntar aja via japri). Tapi yang jelas, nyanyi2 di kantin itu juga jadi ajang penulisan lagu kreatif untuk orang2 yg lagi kasmaran. Contohnya lagu ini, yang ditulis senior gw waktu jatuh cinta sama istrinya (dasar jodoh, akhirnya sepasang merpati ini menikah juga walaupun sempat putus-sambung beberapa kali). Grammar dan vocab-nya ngaco abis, tapi waktu itu kita nggak perduli, yang penting happy:

As long as I know
So many people in love
That was happened on me
I need a real love

Say nothing,
Under the sky
Kiss no one
And keep on dreaming

Get those stars
Up high in the sky
A virgin in my mind

Leave it all behind
Or you ll be crazy
Virgin in my mind
Ending with love

Maksa ya? Emang! Karena intinya sebenarnya adalah di huruf awal masing2 kalimat, yg kalo dibaca dari atas ke bawah menghasilkan deklarasi cinta (biar kata agak2 projective dikit, siapa yg suka, siapa yg dibilang suka!). Seperti juga lagunya senior gw yang lain, yang diciptakan waktu jatuh cinta sama seseorang yg sudah punya pacar:

Putus saja dengan dia
Dia belum dewasa
Dan kan membuatmu menderita

Pilihlah aku
Yang lebih dewasa dan lebih perkasa
Pilihlah aku
Lebih berpengalaman
Seribu jam terbang

Aaaahhh, that good old days! I miss them! Masa kuliah memang masa yang paling indah. Yah, beruntunglah teman2 yang mendapatkan kesempatan untuk tetap hidup di dunia yang asyik ini.