Sunday, October 23, 2011

That's What FRIENDZ Are For

Pada Juni 2011, adik2 gw ini menikah. Dan sebagai kakak yang baik, gw membantu menyebarkan pengkabaran online-nya. Pada milis yang selama 7 tahun terakhir ini kami jaga kelestarian dan kemurniannya (iya, meskipun milisnya sudah gak aktif, tapi gw dan jurukunci lainnya masih galak: nge-ban member yang nge-post dagangan atau info gak nyambung lainnya). Serta pada Group FB yang dibuat ketika milis sudah gak happening, sementara FB masih membatasi Private Message hanya bisa dikirim ke 20 orang saja (sementara jaringan pertemanan kami sudah terbentuk sekitar hampir 40an saat itu).

Kabar pernikahan mereka menyebar dengan cepat. Dan sekonyong2, bermunculanlah orang2 tak kami kenal yang mengatakan bahwa mereka adalah penggemar kedua adik gw ini. Beberapa dari mereka mencoba mendekatkan diri dengan gw. Dengan beberapa teman yang juga aktif membantu kedua adik ini.

Tentu... kami senang mendapat teman baru. Gw senang mendapat teman baru. Namun... seiring dengan banyaknya message yang gw terima, gw mulai menyadari bahwa cara pandang kami berbeda.

Perbedaan cara pandang yang paling utama adalah mengenai SIAPA kedua adik gw itu :-)

Buat gw dan teman2 yang sudah bersama2 selama 7 tahun ini, pasangan pengantin ini adalah adik/teman tersayang. Kebetulan saja mereka pernah happening dalam skala nasional, tapi... intinya mereka adalah adik/teman yang sama dengan adik/teman kami lainnya :-) Namun teman2 baru kami masih melihat pasangan pengantin ini sebagai the living icons. Dua selebriti yang dipuja, dikagumi, dan diketahui detil kehidupan pribadinya

Maka bermunculannya pernyataan2 yang membuat dahi gw berkerut, seperti:

"kapan ya idola kita(nia & adit) bisa muncul bareng di tv lagi"

"Yang punya info ttg mereka tiap harinya ato paling ngak info terbaru dari mereka tolong di bagi2 ama kita di sini ya teman2....makasih"

Hal lain yang juga mengganjal adalah perbedaan pandangan tentang kedekatan kami. Buat gw dan teman2 yang sudah bersama2 selama 7 tahun terakhir, menjadi "dekat" dengan mereka adalah sesuatu yang alamiah. We're friends, of course we're close to each other ;-) Buat teman2 baru yang masih memandang mereka sebagai idola, ini adalah suatu aspirasi. Bahkan sumber iri. Seperti yang diungkapan salah satu mereka berikut ini:

"seneng y jd mbk maya bsa msuk daftar org spesial di hatinya mbk nia....*pinginn dee* tp syang mbk nia gk kenal ak :("

"wah seneng bgt mba bisa knal k'nia lbih dekat bgt jd iri,hehe.."

Dan komentar2 ini lah yang kemudian mendorong gw untuk menuliskan posting ini :-) Untuk meluruskan padangan2 di atas :-)

***

Apakah dekat dengan mereka adalah sesuatu yang membuat senang? Tentu saja :-) Nia is really a one sweet little creature. Depan/belakang kamera ya anaknya kayak gitu itu: polos, nggak pernah mikir buruk sama sekali, dan malah saking polosnya kadang2 naif :-) Adit? Di balik gayanya yang rame dan sok funky itu tersembunyi laki2 perasa... HAHAHAHA... Sangat intuitif :-) Juga sangat pintar :-) Nggak banyak orang yang bisa langsung "nangkap" penjelasan atau joke gw yang kadang (eh, seringnya ;-)) terlalu belibet. Adit gak pernah kesulitan menangkap langsung ke intinya :-) Personally, buat gw, adalah keasyikan tersendiri ketemu teman yang "nyambung" :-)

Tapi apakah kedekatan ini terbentuk dengan mudah? Semata2 karena kami punya akses dan gampang bertemu dengan mereka? NO! Sama sekali tidak ;-) Kedekatan yang terjalin antara kami semua ini adalah hasil kerja keras, usaha, dan penyesuaian diri selama 7 tahun :-)

Di masa awal2, ketika mereka masih jadi icon skala nasional, tak terhitung friksi antara kami. Seorang teman pernah sangat tersinggung karena Adit yang sedang moody tak sengaja menyepelekannya. Teman yang lain pernah sakit hati karena kepolosan dan tidak panjangnya pikiran Nia. Beberapa teman juga pernah agak sebal karena Nia & Adit tidak melayat ketika salah satu dari kami meninggal dunia. Atau ketika merasa tidak mendapat terima kasih yang pantas setelah apa yang dilakukannya di pesta kejutan untuk ulang tahun Adit.

Salah satu "drama" perseteruan kami pernah gw tulis di sini (ehmmm...)

Tapi seiring waktu kami semua - baik Nia& Adit maupun gw & teman2 lain - belajar menyesuaikan diri. Belajar menerima kelebihan dan kekurangan masing2. seiring waktu kami belajar melihat mereka sebagai bagian dari kami. Bukan sebagai sepasang icon yang terpisah dari kami. Belajar melihat mereka sebagai "teman". Belajar menerima bahwa berteman adalah [seperti gw tuliskan pada posting tertaut di atas] "accept and endure any pain for his/her friend". Berteman itu tidak menuntut, tidak berharap something in return... tapi simply... menerima dan ikut menjalani any pain for his/her friend. Termasuk sakit yang disebabkan si teman :-)

Dan waktu menguji segalanya :-)

Sedikit demi sedikit, tirai mulai tertutup bagi Nia & Adit. Mereka yang mengaku sebagai penggemar sedikit demi sedikit tak muncul lagi. Sibuk dengan icon-icon baru yang bermunculan. Sehingga akhirnya tersisa kumpulan yang bisa dibilang 4L: loe lagi, loe lagi :-)

Sebagai perbandingan: puluhan orang hadir di pesta ulang tahun kejutan untuk Adit 3 November 2004 di New York Cafe. Pada tahun 2006, ketika kami mengikuti Kuis Siapa Berani, mengumpulkan 18 orang untuk peserta aja sulitnya bukan main... hehehe... Dan ketika Nia dan Adit meluncurkan mini-albumnya tahun 2008, dengan band Friendz yang namanya masih Djawa dan susunan personilnya masih beda jauh dari Friendz sekarang, yang mau datang nggak sampai 18 orang :-) Itupun yang dua hasil culikannya Mbak Wiet, ya Mbak :-)?

Tapi ini adalah seleksi alam. Survival of the fittest. Atau tepatnya survival of the strongest loyalty :-) Pada akhirnya yang tersisa adalah kumpulan kecil yang mau ikut susah dengan Nia dan Adit :-) Bukan yang cuma mau menunjukkan kepada dunia bahwa dia pernah dekat dengan Pasangan Favorit AFI-2 :-)

Kami yang tersisa ini yang ikut susah payah mengumpulkan tanda tangan ketika Nia & Adit mencoba peruntungannya di Fourth Monkey, dengan janji akan rekaman jika bisa mengumpulkan 1000 pendukung. Kami yang jumlahnya tidak sampai 18 ini mencoba segala cara untuk mengumpulkan yang mau dicatatkan sebagai pendukung. Hema dari Bengkulu sampai membujuk semua teman sekantornya untuk vote :-) Kalau mereka malas vote sendiri, Hema meminjam password email mereka saja, agar bisa vote :-)

*Pada masa itu, jika Hema diculik oleh hacker, dijamin bubar dunia... HAHAHAHA... Berapa password aja tuh ada di tangan dia ;-)*

FourthMonkey memang belum jadi rejeki Nia & Adit. Tapi kami membukukan sukses, karena dalam kurun waktu singkat melakukan the impossible: dari posisi ke sekian puluh, melejit ke posisi kedua di bawah Barry Likumahua :-) Pada akhirnya hanya Barry yang diproduseri, tapi... kami mendapatkan sesuatu yang tak kalah baiknya: PERSAHABATAN.

***

So, jika sekarang ada teman2 baru yang mengatakan betapa irinya mereka pada kami, atau betapa beruntungnya kami bisa "dekat" dengan kedua "idola" ini, gw hanya ingin mengatakan sesuatu: we EARN it :-) We earn this FRIENDSHIP :-)

Ingin seperti kami? Caranya mudah... :-) EARN it :-) Jangan cuma muncul saat mereka tenar, saat mereka diingat orang. Tapi beradalah di samping mereka setiap saat. Dalam suka dan sedih :-) Dalam tenar dan redup :-)

Dan saat berada di samping mereka, stop treating them like idols. Treat them like friends :-) Berhenti berharap mendapatkan "sesuatu" dari/tentang mereka. Tapi berilah sesuatu pada mereka :-)

In good times or bad times,
I'll be on your side forever more
That's what FRIENDZ are for
;-)