Monday, September 19, 2011

Kucing

Dulu gw pecinta kucing. Di masa2 keemasan gw, gw pernah punya 16 ekor kucing. Dan kucing2 ini sering jadi bahan perseteruan dengan almarhum Bapak yang nggak terlalu suka rumah disliweri berbagai binatang.

Salah satu perseteruan yang sering terjadi bersumber pada pencurian lauk yang dilakukan si kucing. Beberapa kali sekantong daging, atau potongan ayam, atau seekor ikan, raib sebelum sempat diolah. Atau... sudah sempat diolah, tapi raib sebelum sempat dimakan. Kalau si kucing tertangkap basah oleh Bapak, sudah pasti di kucing digebuk. Dan kalau si kucing digebuk, gw ngambek :-) Kalau sudah gitu, Bapak akan bernyanyi:
"Makanya, kalau nggak mau kucingnya dipukul, diatur kucingnya!"

Atau,

"Bapakmu ini ahli hukum. Dimana2 pemilik binatang peliharaan itu memang harus ngatur binatangnya. Kalau binatang tidak bisa diatur, bisa ditembak mati. Atau pemiliknya harus tanggung jawab"

Dan karena pada masa itu gw lebih cinta sama kucing gw daripada sama Bapak (heyyy... don't look at me like that! I was a teenager! And teenager is destined to rebel to their parents ;-)), gw bakalan ngeloyor ke kamar sampai bersungut2. Kalau nggak mau dagingnya digondol, ya dijaga dong! Masukkin kulkas, kek! Tutupin pakai tudung saji, kek!... Begitu gerutuan gw dalam hati ;-)

... And that was what exactly I did! Tiap kali gw lihat daging/ikan/ayam tergeletak di tempat yang accessible buat kucing, pasti gw tutupin. Dan tetap, kalau gw menangkap basah kucing gw dekat2 tempat yang ada daging/ikan/ayam, gw buru2 ngusir. Kalau perlu gw sentil, daripada mencuri dan digebuk Bapak.

Tetapi satu hal yang gw nyerah: gw nggak bisa "mendidik" kucing gw untuk tidak mencuri. Dan kalau Bapak sudah mulai ngomel, gw bersungut2 sambil ngomel dalam hati, "How? Show me lah... gimana caranya ngedidik kucing jadi vegetarian!"

***

Kini, sudah lama gw nggak nonton TV lokal. Nggak menarik acara2nya :-) Mendingan juga gw nonton TV Kabel atau DVD. Tapi gw masih memantau berbagai berita dari media online. Dan berita ini mengingatkan gw pada cerita kucing di atas ;-)

Beberapa hari yang lalu gw memang baca sekilas bahwa our dear governor berkomentar tentang rok mini. Waktu itu sih gw cuma baca sekilas. Kalau berita ini akurat, so what? Nggak ada isyu besar di situ. Dia toh mengatakan keamanan memang harus ditingkatkan, dan akan dibahas oleh pihak yang berwenang. Lantas menambahkan himbauan agar penumpang kendaraan umum juga "menjaga diri" dengan tidak menggunakan pakaian yang menunjukkan banyak bagian tubuh. I never like Foke that much, di banyak posting gw menggerutui dia terus bahkan berniat mencabuti kumisnya satu per satu setelah kemacetan parah di Kuningan hari2 ini, tapi.... terus terang gw nggak melihat ada yang salah dengan kalimatnya ini.

Makanya gw kaget begitu melihat reaksi demo hari ini. Dengan spanduk2 segede gaban bertuliskan [salah satunya] "'Jangan salahkan baju kami. Hukum si pemerkosa'. Errr.... gw melihat ada cacat pikir di sini: dimana menyalahkan bajunya? Tidak pernah dikatakannya bahwa kejadian ini adalah [murni] akibat baju. Di bagian mana juga pernyataan bahwa di pemerkosa tak akan dihukum?

All what Foke did was, in my opinion, telling YOU that male will be male. Typical male might not be able to restrain the impulse to imagine something kinky just by seeing female's thigh.  Just like a cat cannot restrain its instinct to grab a chunk of meat, or fish, or chicken.

Yang membedakan laki2 dari kucing adalah: kalau kucing semua gak bisa nahan tindakannya untuk mencuri daging. Sementara laki2, cuma sebagian aja yang nggak bisa nahan tindakannya. Yang lain berhenti di titik fantasi atau "gerah" doang ;-)

You might think it's so low.... and perhaps, some males are indeed THAT low. But it is natural... and it's a fact :-)

Memang... dalam suatu konteks sosial, laki2 mestinya juga belajar untuk menahan impulsnya. Seperti kucing gw yang harus belajar nggak nyolong kalau masih mau hidup di rumah gw... hehehe.... Tapi, ya dari diri sendiri juga harus ada usaha dong :-) Kita nggak bisa berharap HANYA mereka yang berubah, bahwa semua laki2 berubah menjadi santo yang tak bergeming melihat paha2 mulus. Nggak berfantasi macam2, apalagi melakukan tindakan kejahatan seksual, sementara kitanya bebas2 aja hilir mudik berbaju sesuai mau ktia... :-) Intinya: kalau kita mau bebas2 aja, yang jangan berharap sebuah utopia ;-)

Emangnya kalau semua orang nggak pakai rok mini, lantas gak ada perkosaan? Gitu mungkin salah satu argumen penangkis. Sama seperti argumen salah satu komentator di artikel yang gw tautkan: emangnya nggak tahu bahwa kriminalitas seksual di Arab Saudi tinggi sekali, padahal di sana tertutup?

Ya memang nggak ada yang jamin :-) As I said, cat will be cat. Mereka akan cari kesempatan. And in a way, male will be male. Mereka bukan santo yang tak bergeming lihat paha2 mulus. Dan di antara laki2 itu, laki2 bejat ya pasti selalu ada :-) Laki2 yang meskipun lihat perempuan semuanya ketutup, tapi tetap punya hasrat memperkosa.

Tapi satu hal yang pasti: kalau kita sudah menutup satu pintu, berarti one less worry kan, akan terjadi hal yang tidak diinginkan ;-)?

Intinya, gw sendiri juga bukan anti rok mini. Gw punya anak gadis, dan gw gak ngelarang dia pakai rok mini ataupun tank top. Tapi... ya, lihat2 juga situasinya lah! Nggak di sembarang tempat dan waktu dia bebas2 aja pakai rok mini dan tank top. Kalau harus naik angkot atau ke tempat2 umum terbuka lainnya, ya nggak pakai yang kayak gitu :-) Apalagi kalau perginya sendirian, tanpa ditemani ortunya.

***

Satu logika yang mungkin dilupakan oleh para pendemo ini :-) OK, mungkin korban perkosaan in question adalah orang yang berpakaian tertutup. Mungkin memang CUMA laki2 pemerkosanya aja yang bejat. Tapi... satu pertanyaan gw: how on earth are you sure that this rapist conducted his crime out of nowhere? How can you be so sure that this rapist is not a man who was aroused by a female with a "tempting" appearance, and the victim is just a victim of opportunity?
Nah, sudah siapkah Anda menjadi trigger? Menjadi faktor yang membuat orang lain nan malang menjadi victim of opportunity ;-)?

Cat will be cat. And in a way, laki2 bejat will always be laki2 bejat. Dan sampai sekarang.... gw masih curious dan merasa bersalah: berapa banyak tetangga gw yang pernah jadi victim of opportunity kucing2 gw ;-)?