Friday, November 06, 2009

Titi Kamal Anti Cinta

Setelah 2x mengalami kejadian yang sama, yang gw saksikan dengan mata kepala sendiri, rasanya cukup sudah data untuk menyimpulkan tentang hal ini ;-)

Kejadian pertama adalah beberapa bulan yang lalu. Tepatnya sekitar minggu kedua Ramadhan. Seperti biasa, gw baru meluncur pulang sekitar jam 7 malam dari kantor. Menunggu warung2 sepanjang Lapangan Ros kosong dulu dari para peserta bu-bar yang membuat jalanan macet.

Setengah jam kemudian, tentunya gw sudah sampai Jl Basuki Rahmat dengan selamat. Bersiap membelok ke arah Cipinang Jaya.

Tiba2, seorang pengendara motor dengan hebohnya mengetuk jendela mobil gw sambil berseru heboh, "Bannya kempes, Mbak, kempes!" Sambil menunjuk ke ban kanan belakang. Gw, yang sudah capai dan lapar, cuma mengangguk2 doang seperti burung pelatuk. Hehehe.... males aja gw ngedongkrak mobil untuk ganti ban, secara gw belum makan malam ;-) Buka di kantor kan menunya cuma teh manis sama lontong isi sayuran ;-)

Jadilah gw bertekad memaksa mobil gw berjalan. Toh rumah gw udah sepelemparan batu. Lagian, bukannya mobil gw bannya tube-less ya? Kata yang jual ban, ban yang begini nggak gampang kempes. Kalaupun melindas paku, baru akan kempes seutuhnya kalau paku dicabut.

Selang beberapa menit kemudian, dua orang lelaki bergoncengan motor menyalip gw sambil heboh menunjuk ban belakang. "Kempes, bannya kempes," begitu kata mereka. Gw - lagi2 - cuma mengangguk2 sambil berseru trilili, lili, lili, lili ;-) Tapi gw merasa ada yang aneh: apa gw segitu nggak sensitifnya, sampai nggak merasakan ada yang aneh dengan mobil gw? Mosok ban gw kempes, tapi gw nggak berasa sih?

Gw menjadi semakin waspada dengan pengendara2 motor di samping gw. Adakah pengendara motor altruistik yang memperingatkan gw kembali? Hehehe... Terus terang, gw sendiri merasa agak heran mengapa ada pengendara motor yang altruis memberitahu gw mengenai ban kempes. Biasanya pengendara motor nggak peduli sama kepentingan pengguna jalan lainnya... ooops ;-) Lha, ini kok malah sampai bela2in ngebut, nyalip, cuma untuk memperingatkan gw?

Mulailah gw menghitung berapa % pengendara motor yang baik hati malam itu. Ternyata, setelah beberapa motor berlalu, hanya ada satu motor lagi yang berbaik hati. Menyalip gw, dan kemudian "mempertaruhkan keselamatannya" dengan tidak memperhatikan jalanan di depannya. Tapi sayang, peringatannya sudah terlalu dekat dengan belokan menuju rumah gw, sehingga gw dengan sopan hanya tersenyum dan mengangguk. If my flat tire has survived the journey this far, it will survive a few meters more ;-) Lagian, gw belum berasa apa2 kok ;-)

Sampai rumah, pertama yang gw periksa - tentunya - adalah ban yang dikatakan kempes itu. My tire was perfect. Sama sekali nggak kempes. Kurang angin pun tidak. Jadi, apa pasal segala kehebohan itu??

Ngobrol2 dengan bapaknya anak2, gw baru sadar bahwa itu adalah upaya penipuan berjamaah. Modus operandinya adalah dengan membuat pengendara mobil turun karena mengira mobilnya kempes. Tim penipu biasanya terdiri dari 3 kloter: kloter pertama memberi peringatan, kloter kedua memberikan peringatan kedua yang diharapkan meyakinkan si pengendara, dan kloter ketiga adalah sweeper. Tugasnya menggasak isi mobil saat si pengendara mobil dalam posisi lemah karena sudah keluar mobil.

Alhamdulillah... gw selamat dari kejadian itu. Thanks to my paranoia ;-)

Dan karena konon kabarnya lightning never strikes twice in the same place, gw percaya kejadian ini tidak akan terjadi lagi. Tapi... ternyata.... peribahasa tinggal peribahasa, dan jelas pelaku tindak kriminal bukan petir... hehehe... jadilah, kejadian yang sama terulang lagi.

Terjadinya pekan lalu, pada jam yang kurang lebih sama. Lokasinya pun hanya beberapa meter dari lokasi kejadian pertama. Yang membedakan: tim kriminal yang kedua ini tampaknya lebih amatir daripada yang pertama... hehehe.... Makanya mereka nggak kompak menunjuk ban mana yang kempes ;-)

Dua kloter pertama menunjuk ban KANAN BELAKANG sebagai ban yang kempes.. ;-) Kloter ketiga, dengan nggak cerdasnya menunjuk KIRI BELAKANG sebagai ban yang kempes... hehehe...

Dan alhamdulillah, gw selamat juga dari serangan yang ini ;-)

So... teman2 pengendara mobil yang saya cintai ;-) Hati2lah jika ada pengendara motor yang berlaku "tidak wajar" dengan tiba2 menjadi super baik hati memperingatkan kita. Bukan mustahil itu adalah awal dari tindak kejahatan. Terutama kalau sedang berkendara di daerah yang gw gambarkan itu.

Ingatlah selalu: Titi Kamal Anti Cinta. Hati-hati Kalau Malam Antara Jatinegara dan Cipinang, Jakarta ;-)

*hehehe... nggak tahu juga kenapa daerah itu antara Jatinegara - Cipinang itu yang jadi lokasi kejahatan. Mungkin karena daerah itu dekat dengan Jl Christian Kolonel Sugiono ya ;-)?*

***
Catatan:
Gambar dipinjam dari - tentunya - Google Maps. Tanda jejak kaki yang lucu itu menggambarkan titik2 rawan kejahatan ;-)