Friday, September 26, 2008

Maka Pada Puncaknya adalah PRT

*Sebuah posting cepat di sela2 'membabu'.. ;-)*

Sebenarnya, plan A gw adalah ngambil cuti 5 hari SETELAH cuti bersama pekan depan. Jadi... istirahat di rumah agak lamaan. Apa daya... rencana berubah karena gw harus 'alih profesi' lebih cepat ;-)

Semuanya bermula ketika Mbak yang bantu2 di rumah menterjemahkan kata2 gw mengenai "Kamu pulangnya minggu sebelum Lebaran aja ya.. kan kamu nggak mau balik ke Jakarta" secara harafiah. Maksud gw dengan "minggu sebelum Lebaran" adalah hari Minggu sebelum Lebaran. Tapi... si Mbak yang udah kangen berat sama anak sulungnya (anak bungsunya sih tinggal di rumah bareng kami sejak 2 bulan lalu), menterjemahkannya sebagai 1 minggu sebelum Lebaran. Jadi... dengan teliti dia menghitung kapan itu 7 hari sebelum tanggal 1 Oktober, dan nggak bisa ditawar2 lagi: harus kudu musti pulang Rabu, 24 September ;-)

Dan karena kampungnya di Lampung, dimana dia mesti naik kapal instead of bis malam, makanya persyaratannya nambah: harus kudu musti pulang Rabu, 24 September jam 6:00 pagi. Biar nggak kesorean sampai Lampung ;-)

Jadilah gw pusing ngatur ulang urusan cuti ;-) Karena kalau tinggal Mbak yang momong Nara sendirian di rumah, kerjaan bakal nggak beres. Nggak ada yang masak buat sahur dan buka. Kalau nunggu gw belikan makanan, bisa2 orang rumah baru buka puasa jam 20:00, secara sejak jam 15:00 tuh depan kantor udah kayak showroom mobil... hehehe... Gak mungkin aja gw pulang tenggo! Harus nunggu buka puasa baru mobil bisa keluar.

Setelah atur sana-sini, nggeser meeting dengan klien yang harusnya Kamis, 25 September menjadi Rabu, 24 September segala, akhirnya gw bisa cuti mulai kemarin. Masalah selesai... ;-)

Tapi.... masalah baru muncul!

Mbak yang momong Nara, yang sebenarnya udah janji mau pulang hari Minggu, 28 September, ternyata harus pulang hari Jumat, 26 September. Secara dia itu pulangnya nebeng naik mobil saudaranya, dan saudaranya itu memutuskan pulang Jumat sore aja, biar bisa lamaan di kampung.

Nah lho! Tanpa staf garda belakang, padahal punya bayi umur 5 bulan??? It's too much to handle ;-) Terpaksa... keluarkan jurus sakti: minta bapaknya anak2 supaya cuti juga! Biar gw bisa ngurus Nara, sementara dia bantuin ngepel dan bersih2.

*Catatan: jarang2 lhooo... gw sampai minta tolong sama laki gw... hehehe... Biasanya nunggu doski nyadar sendiri ;-)*

Ternyata... bapaknya anak2 masih punya kerjaan di kantor sampai Jumat. Dan... yang gawat: hari Sabtu itu dia masih harus nguji mahasiswa. Full, dari pagi sampai sore nguji beberapa kelas. Dia kudu hadir, karena ujiannya komprehensif, bukan tertulis.

Ini namanya keadaan gawat darurat ya... hehehe... jadi harap maklum kalau gw keluarkan jurus pamungkas: melototin bapaknya anak2 ;-) Pilih mereka atau kami, begitu kira2 ancamannya... HAHAHAHAHA... Dan, entah karena cinta atau karena takut istri, bapaknya anak2 ngalah ;-) Ujian digeser sampai habis Lebaran ;-)

Hehehehe... jadilah sebuah temuan baru mengenai
pecking order, yaitu: ternyata, pada puncaknya, hirarki patuk-mematuk ini dihuni oleh.... PEMBANTU RUMAH TANGGA ;-)

Iya lho, bener! Anak gw aja nggak bisa memaksa gw cuti ;-) Pernah, Ima sakit panas, gw tetap terbang ke Pekanbaru urusan kerjaan. Tapi... justru pembantu rumah tangga bikin gw manut saja mengubah jadwal cuti... hehehe...

Malah, bukan saja jadwal si nyonya yang diatur oleh pembantu rumah tangga ;-) Jadwal ujian mahasiswa seangkatan aja ditentukan oleh mereka! Hebat gak pengaruh para staf garda belakang ini... hehehe....

Maka... pada puncaknya adalah Pembantu Rumah Tangga. Mereka mematuk sang nyonya. Sang nyonya mematuk si tuan. Dan si tuan... mematuk mahasiswa di bawah pengawasannya ;-) Siapa bilang si nyonya dan si tuan yang lebih kuasa daripada pembantu rumah tangga ;-)?

*Eh, tapi kalau mau full circle, para mahasiswa bisa gantian mematuk para pembantu rumah tangga lho ;-) *

Begitulah... ;-) Dengan adanya krisis garda belakang ini, mau nggak mau sekarang terpaksa membabi buta beta membabu ;-) Hingga krisis teratasi, gw bukan lagi ibu2 rumpi sok tahu yang bisa nyilet sana nyilet sini ;-) Oleh karenanya... sekarang aja ya gw ngucapin:

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Sorry dory memory kalau ada salah2 selama ini

Yuuuk, mari... Tante pergi dulu ya ;-) Selama Tante pergi, jangan pada nge-junk di mari ;-)