Thursday, August 21, 2008

Robohnya Estate ke-Empat

Tadi pagi, niatnya mau nulis sesuatu yang menjadikannya trilogi bersama tulisan ini dan ini. Tapi sebelum buka blogspot, periksa japri dulu. Nemu email dari Iwan. Ya suds, trilogi ditunda dulu

*hehehe... mau nyaingin Maryamah Karpov yang nggak terbit2 juga ;-)*

Email Iwan panjang banget, tapi gw potong dan edit semena2 bagi konsumsi publik ;-) Jadinya kurang lebihnya seperti di bawah ini:

--- In niaditterz@yahoogroups.com, Ikhwan wrote:

Hari Selasa (19/08) malam, Nia bersama Mas Wied, manajernya, bertemu dengan klien yang mengaku orang Pertamina di Pondok Indah Mall (PIM). Tepatnya di American Grill. Mereka katanya akan mengadakan acara pada tanggal 24/08 dengan pengisi acara Nia, Luri, Arjuna & Elvy Kondang-in (yang juga hadir dalam pertemuan ini). Adit sekali ini nggak ikut, karena sedang ada acara lain di Bandung.

Setelah berbincang sesaat, salah satu klien mengajak Nia, Luri, dan Elvy ke counter Aigner di lantai bawah. Gaya bicara klien yang mengajak ke bawah ini sangat meyakinkan. Sambil turun mereka terus berbincang-bincang, antara lain tentang cerita-cerita jaman karantina AFI dulu. Si klien katanya mengagumi suaranya Nia, terutama saat bernyanyi "Pelangi di Matamu" bersama Adi awal AFI dulu.

Klien ini mengatakan bahwa counter Aigner tersebut franchise-nya dipegang oleh bosnya yang Boss di Pertamina itu. Oleh karenanya, Nia dkk dipersilakan memilih2 barang seperti jam, tas, dll. Nia sebenarnya sungkan, tetapi dibujuk terus, sehingga akhirnya melihat2 juga.

Nggak lama kemudian, HP Nia berbunyi; ada panggilan masuk dari klien yang masih di American Grill. Katanya ia kesulitan menghubungi temannya. Tanpa curiga, Nia mengangsurkan HP ke klien yang ada di sebelahnya. Selintas, terdengar pembicaraan seakan mereka sedang deal2an mengenai harga show. Si klien lantas berpindah ke bagian depan toko, seolah mencari privasi. Sedetik Nia lengah, orang ini sudah hilang dari depan toko.

Nia dkk masih yakin orang ini akan kembali, karena kunci mobil & dompetnya ditinggal di meja counter Aigner. Tapi setelah sekitar 15 menit, Nia mulai cemas dan mengecek dompetnya. Ternyata isinya plastik serta kuncinya kunci mainan!

Spontan Nia dkk menghubungi Mas Wied. Ternyata klien yang mengaku orang Pertamina itu sedang toilet, tapi dompet dan buku cheque-nya ditinggal. Setelah diperiksa, dompet ini juga kosong, dan buku cheque-nya palsu. Baru mereka sadar bahwa telah tertipu.

Yang gawat, ternyata selain HP Nia, 2 buah jam Aigner juga raib dari meja counter!

Nia dkk sempat di tahan di counter tersebut oleh encik pemilik, karena dikira anggota komplotan. Setelah dijelaskan duduk perkaranya, baru mereka ramai-ramai (pemilik toko, pelayan toko, Nia dkk) ke kantor polisi. Ternyata, orang itu sebelumnya sudah datang ke counter Aigner dan bilang pada penjaga toko bahwa dia akan datang sebentar lagi bersama keponakannya, Nia AFI.

Nia dkk sempat di interogasi oleh polisi. ...

...

Isi emailnya masih panjang, tapi nggak penting untuk dijabarkan di sini... hehehe...

Awalnya gw mau ngebahas kasus ini ringan2 saja. Simply review tentang adanya modus operandi baru penipuan. Ngomongin bahwa ternyata ada lowongan untuk jadi researcher di underworld... hehehe...

Iya, pasti kedua penipu ini riset dulu sebelum menipu. Dari riset lagi tentang kejadian2 di Diari AFI dulu, sampai siapa pernah nyanyi apa, dll. Mencari informasi tentang pihak manajemen mana yang harus dihubungi. Pasti mereka juga riset tentang kebiasaan pihak sekuriti PIM merekam dengan CCTV, menilik cerita Nia berikut ini:

--- In niaditterz@yahoogroups.com, "nia*******" wrote:

Kita juga sempet pas habis kejadian rame2 ke bagian cctv mall. Ama encik nya yg punya Aigner dan ngecek CCTV PIM yg menghadap escalator dimana aku ama tmn2 ama indra (si penipu memakai nama Indra Nugraha - red) turun ke bawah ke butik Aigner.. tapi pas diputer mulai jam 18.00-20.00 (kejadian jam 19.00) itu gak keliatan sama sekali kita turun di escalator..kok bisa gitu ya..??

CCTV di AG juga mati..begitu juga CCTV di aigner..dan anehnya alarm Aigner juga gak berfungsi..utk toko yg menjual barang mahal begitu..knp keamanannya cuman seperti itu..


Hehehe.. pinter bener itu penipu milih saat2 dimana sekuriti kira2 nggak ngerekam. Jadi mikir..., yang diputer sebagai bukti itu rekaman tanggal berapa yaks ;-)? Untung Grissom dkk kerjanya di Las Vegas, kalau kerja di Jakarta udah bunuh diri dia ketemu CCTV yang bisa menghilangkan orang seperti ini... hehehe... CSI langsung tutup buku, karena all evidence has been compromised ;-)

Ide nulis ringan dan lucu langsung berbelok setelah baca bagian emailnya Nia yang ini:

--- In niaditterz@yahoogroups.com, "nia*******" wrote:

Mb Maya.. utk mslh crita ke media.. aku ama mamaku juga sempet berpikiran gtu. Tp gak tau juga ttg pertimbangan pihak Kiss ato Gaul..apakah mrk menganggap hal ini penting ato gak? Soalnya Hera AFI juga pernah di tipu duit..dan si penipu juga sms ke tmn2 Hera lainnya mengatasnamakan Hera dgn nomer baru..termasuk sms ke aku.. Dia bilang klo mo pinjem duit krn bokap nya sakit, tp ak yakin itu bkn Hera krn gaya bahasanya lain di sms.. Setelah smuanya terungkap dan Hera terlanjur tertipu, dia crita ke media..dan tnyata crita ini tdk di blow up kok..jadi yg tau hanya tmn2 sesama AFI yg pernah di sms Hera palsu itu..


Huh? WTF?

Jadi... kejadian ini sudah berulang kali ya? Dan infotainment nggak semangat menayangkan? Karena nilai jualnya nggak setinggi berita perselingkuhan, mungkin. Atau.. karena merasa berita penipuan itu urusannya Patroli, dan Buser? Hehehe...

Atau... mungkin mereka memang sengaja nggak mau menayangkan ya? Nunggu eskalasi tindak kejahatan ini. Kan seru kalau nanti2 ada masyarakat umum/mantan klien yang cerita di koran bahwa dia telah ditipu oleh "seorang seleb" berinisial "N" jebolan sebuah reality show di stasiun "I" (hal yang sangat mungkin terjadi, mengingat HP yang hilang penuh berisi semua kontak Nia - baik teman, keluarga, penggemar, sampai klien). Kalau ini udah kejadian, baru deh infotainment ngejar2 cari berita. Dengan alasan klarifikasi *sigh!* Kan nilai jual beritanya lebih tinggi ;-)

Gw jadi ingat kasus Honda Jazz Semalam dulu. Waktu itu gw juga minta pada pihak Carrefour untuk membuat pemberitahuan resmi bahwa telah terjadi pencurian kupon undian. Tujuannya jelas: memang nasi sudah jadi bubur, gw sudah sempat dihubungi penipu. Tapi... kita masih bisa menyelamatkan banyak orang dengan membuat pengumuman resmi. Termasuk orang2 di rumah gw, yang bisa jadi didatangi untuk dirampok saat kami tidak di rumah (hal juga yang sangat mungkin terjadi, mengingat alamat rumah beserta RT/RW, kelurahan, kecamatan terpampang dengan manis di kupon undian itu).

Permintaan gw itu juga tidak digubris. Tidak dianggap penting. Atau... setidaknya tidak sepenting "nama baik" Carrefour. Hingga baru beberapa bulan kemudian Carrefour membuat pengumuman resmi. Itu pun hanya mengkomunikasikan agar "masyarakat berhati2 terhadap penipuan mengatasnamakan Carrefour". Sama sekali tidak ada penyebutan tentang kupon undian yang tercuri; hal yang sangat bisa mengecoh calon korban.

***

Media massa dijuluki The Fourth Estate. Memang istilah ini mengacu pada kedudukan media massa dalam politik dan penegakan demokrasi, dimana media massa adalah penyeimbang dari ketiga estates yang lain. Mereka bisa menjadi penyeimbang, the most important of them all, karena merekalah yang punya kebebasan mengungkapkan fakta. Hingga masyarakat dapat mengetahui duduk persoalan secara persis.

Gw rasa, akhirnya, kebebasan mengungkapkan fakta itu juga menjadi kewajiban media massa. Bukan hanya haknya. Dalam konteks apa pun, lepas dari politik dan penegakan demokrasi sekalipun, media massa harus menjadi "juru bisik" rakyat.

Jadi... ketika media massa sudah tidak berpihak pada rakyat, sudah memilih2 mana yang menguntungkan untuk dibisikkan pada masyarakat dan mana yang tidak, rasanya satu pilar telah roboh :)

Dan kalau untuk hal yang "muatan duit"-nya nggak banyak (hehehe... gw gak kebayang bahwa para penipu ini nyogok media massa biar berita2 seperti ini gak dimuat ;-)), maka... rasanya nggak berlebihan jika gw bertanya: apa kabar berita2 yang "muatan duit"-nya banyak ;-)? Seberapa banyak yang berita yang "ditimbun", nggak diberitakan kepada masyarakat?

Tapi nggak apa deh... estate ke-4 roboh, mari kita bangun estate ke-5: BLOG... hehehe... Sebagai media massa non-formal, blog sudah terbukti bisa bikin geger toh? Pemerintah Cina saja sampai ketar-ketir dibuatnya. Baca di Time Magazine beberapa bulan lalu (atau malah tahun ya?), pemerintah Cina sampai2 membuat peraturan superketat bagi dunia per-blog-an di negaranya. Nggak nemu berita online-nya, tapi bisa dibaca juga di artikel lama ini.

Makanya, blog jangan dipakai curhat dan lempar2an PR doang ya... hehehe... Manfaatkan potensinya sebagai "penyambung lidah rakyat" ;-)