Thursday, July 03, 2008

Mata Pelajaran: Berciuman

Inilah cerita tentang kenapa gw pingin sekali menaruh situs Game Online ini dalam daftar Parents Carefree di kompienya Ima ;-)

Selama liburan ini, Ima jadi rajin nongkrongin situs itu. Biasanya kan situs itu cuma boleh diakses 15 - 30 menit, selain karena Ima sekolah sampai sore, komputernya juga mesti gantian. Lagipula, gw males bayar biaya dial up cuma buat main game ;-) Tapi, lantaran sekarang liburan sekolah, punya akses internet sendiri, dan ibunya nggak bisa ngajak dia kemana2, Ima jadi main terus.

Situs itu, walaupun berakhiran co.id yang berarti "lokal Indonesia", muatannya nggak lokal. Tetap mirip dengan sinetron2 kita yang "minum kopi sambil makan pasta" (baca: copy paste!) dari luar Indonesia. Jadi jangan heran kalau permainannya pun nggak sesuai dengan - meminjam bahasanya P4 - "budaya Indonesia yang adiluhung". Misalnya ada permainan
Beefbash ini. Kejam sekejam2nya umat, bow! Mosok sapinya disetrum sampai pingsan, digantung pada gantungan daging, BARU DISEMBELIH sampai sapinya kejet2 dan darahnya bercucuran kemana2! Kan dagingnya jadi haram kalau disembelih dengan menyiksa begitu.. hehehe...

Untung Ima gak suka main game ini, kecuali kalau lagi pingin bikin ibunya teriak2 ngeri yang sayangnya seriiiing sekali terjadi ;-)

Nah, permainan favorit-nya Ima yang sukses bikin gw kejet2 kayak sapi disembelih adalah game lain yang juga tak "bermuatan lokal" ;-) Namanya
Kiss-Off. Dalam permainan ini, kita harus menghindari berciuman dengan perokok. Kalau sampai mencium perokok, maka nilai yang sudah kita kumpulkan berkurang - bahkan bisa habis dan game over.

Lho? Malah bagus dong? Mengajarkan Ima supaya nggak ciuman sama perokok. Dan kalau ciuman aja nggak boleh, apalagi jadi perokok ;-) Ntar dulu, Neng! Moral of the story-nya bukan itu! Anda mesti melihat REWARD apa yang didapat jika berhasil menghindari berciuman dengan perokok: sebuah ciuman ;-)

Dan bukan sekedar ciuman, karena semakin tinggi level yang dicapai, semakin "panas" ciumannya ;-) Di level 1, cuma dapat Lip Lock. Di level berikutnya, dapat Tongue Tango. Dan.. di level 3 atau tertinggi, dapat Double Dipper ;-)

Nah! Sekarang boleh dibayangkan bagaimana rona muka gw waktu Ima, di tengah2 permainannya, tiba2 menoleh ke gw dan bertanya,

"Bu, lip lock, tongue tango, sama double dipper itu artinya apa sih?"

Kaboom! Pingsan gw.. hehehe...

Dengan mengusung semangat bahwa anak adalah bentuk sederhana dari orang dewasa, sehingga dapat menggunakan
analisa transaksional dewasa ke dewasa, termasuk dalam masalah pendidikan seksual, maka terpaksa pertanyaan itu tidak boleh diacuhkan begitu saja. Harus dihadapi dan dijawab ;-) Lagipula, kalau nggak dijawab, atau dibilang nggak boleh nanya yang beginian, nanti2 dia malah cari informasi sendiri dari sumber yang nggak jelas dengan metode yang belum tentu dapat dipercaya ;-)

Masalahnya, walaupun gw tahu apa dan bagaimananya lip lock serta tongue tango, I have no idea at all about double dipper ;-) Jadi gw mesti jawab apa?? Nge-browse internet, nemunya malah
definisi kiasan yang jauh hubungannya ini:

"The practice of drawing two incomes from the government"

Serta nemu arti aslinya:

"Dipping the same chip into a bowl of dip more than once"

Apa hubungannya sama ciuman???

Saking penasarannya, gw jadi main game itu, dengan tujuan mencapai level tertinggi dan mendapatkan penjelasan tentang what the hell is Double Dipping Kiss? Akhirnya.. setelah beberapa kali main, sampai juga gw ke level tertinggi serta mendapatkan "visualisasi" (plus text box) yang menjelaskannya ;-) Ternyata, sepenangkapan gw, artinya nggak beda2 jauh sama definisi2 di atas, yaitu: berciuman dengan lebih dari satu orang ;-) Satu bibir rame2, gitu deh kira2 ;-)

Yaaah... maaf deh, nggak tahu ;-) Dulu nggak ngambil mata kuliah berciuman sih, belajar otodidak aja... HAHAHAHA.. Selama ini gw kira tongue tango itu udah yang paling top ;-)

Eh, kalau sekarang baru ngambil kuliah berciuman, udah telat belum ya ;-)? Ada kursusnya nggak? Siapa tahu ada level yang lebih tinggi lagi daripada double dipping ;-)

***

Bektutofik..

Jadi, apa yang terjadi setelah Ima mengajukan pertanyaan yang bikin muka gw merah merona kayak mawar merah ;-)?

Bapaknya sih menyarankan untuk mendemonstrasikan aja di depan Ima, biar nggak bingung menjawab. Dia bersedia kok jadi obyek penderita, katanya.. hehehe... Tapi, dengan santun terpaksa gw tolak ;-) Bukannya apa2... gw takut nilai gw berkurang terus, game over melulu, karena bapaknya kan perokok berats ;-) Entar rugi di gw dong.. cium2 melulu, tapi level gak naik2. Mentok di lip lock terus ;-)

*OOT.. oh, shoot! Jangan2 itu yang bikin gw di kehidupan nyata pun nggak tahu eksistensinya double dipping kiss ya? Gara2 menikah dengan perokok, level gw nggak naik2.. hehehe... *

Jadi, dengan santun gw jawab aja seperti ini, disesuaikan dengan kemampuan berpikirnya dan menghilangkan detil2 yang nggak perlu:

"Lip Lock itu ciuman yang bibirnya nempeeeeeellll terus, nggak lepas2. Tongue Tango itu ciuman, yang lidahnya kena sama lidah orang yang diciumnya. Kalau Double Dipper Ibu nggak tahu, entar Ibu cari dulu artinya"

Fiuuuh... sebenernya, habis jawab gitu, gw deg2an. Takut Ima kasih pertanyaan lanjutan tentang, "Emang apa enaknya lidahnya kena, kok level-nya lebih tinggi daripada Lip Lock?"

Untuuuung... dia masih polos dan tahap berpikirnya masih concrete operational. Jadi.. dia nggak mengajukan pertanyaan lanjutan secanggih itu. Cuma berkerut aja jidatnya sedikit sambil menggumam,

"Bibirnya nempel terus? Emangnya nggak capek, ya? Kan bernapasnya jadi susah!"

Hehehe... lega ;-) Jadi anak gw ternyata masih polos ;-)

SUNTINGAN CEPAT, 12:05 hari yang sama:

Browsing lanjutan membawa gw pada definisi double dipping dalam konteks ciuman. Ternyata bukan satu bibir rame2 ;-) Lengkapnya baca di Urban Dictionary aja ya ;-)