Friday, June 27, 2008

Pinky "Kompie" for my Little Lady

Atas rekomendasinya Oom Renatha a.k.a Oom Dodol, Ima mendapat kesempatan ikut mencoba Classmate PC. Intel-powered PC generasi pertama untuk pasar Indonesia ini memang punya program bagus sesuai dengan misinya mendukung pembelajaran di sekolah dengan teknologi komputer. Yang gw dengar, mereka sudah membantu suatu sistem belajar alternatif menggunakan komputer di dua SD Negeri di Jakarta. Dalam sistem belajar alternatif tersebut, masing2 murid di sebuah kelas dibekali dengan netbook ini. Netbook para murid ini terhubung via WiFi dengan komputer guru yang berfungsi sebagai komputer pusat. Kemudian, pelajaran diberikan secara online. Murid tidak perlu repot mencatat lagi deh.. :-) Ulangan pun jadi lebih asyik ;-) Susah nyonteknya.. hehehe...

Nah.. di luar program masal yang melibatkan seluruh kelas, ada juga murid2 SD yang diundang secara perorangan untuk mencobanya. Ima direkomendasikan karena suka nge-blog dan ngetik2 cerita. Dianggap sebagai cukup techie untuk ikutan mencoba. Jadilah, dua minggu lalu Ima dihubungi dan diminta kesediaannya mencoba - untuk kemudian dimintai pendapat. Tidak seperti ketika dihubungi Radio Singapore International, Ima jauh lebih antusias dan kooperatif. Bukan saja karena suaranya nggak akan terdengar di seantero negeri, melainkan karena dia jadi punya komputer sendiri - meskipun untuk jangka waktu tertentu saja.

Punya komputer sendiri memang impian Ima sejak lama. Hanya saja, gw & bapaknya masih maju mundur membelikan komputer sendiri. Selain komputer keluarga di rumah masih berfungsi dengan [cukup] baik, rasanya necara keuangan keluarga belum terlalu berlebih untuk membelikan Ima sebuah notebook. Lha wong bapak & ibunya aja masih "fakir" yang notebook-nya dipinjami oleh kantor kok.. hehehe..

So, akhirnya, minggu lalu Ima mendapatkan netbooknya. Merek Zyrex Anoa (catatan: intel-powered PC ini kabarnya juga dikeluarkan oleh Axioo dan Asus) Warnanya bikin dia langsung termehek2, karena... dapat yang warnanya pink ;-) Pengalaman Ima dengan netbook barunya sudah dituliskannya sendiri di posting ini dan ini. Sekarang sih gw cuma mau nge-review pengamatan gw aja ;-)

Yang pasti, sejak mendapatkan netbook ini, Ima jadi nggak rewel. Biasanya kalau libur panjang begini Ima tiap hari bete; minta diajak jalan2 melulu karena bosan di rumah. Sekarang.. karena punya mainan baru yang menunjang hobinya menulis, malah jadi susah ngajak dia pergi.. hehehe.. Pagi, siang, sore, malem, terus asyik dengan netbooknya. Rupanya memang punya sebuah komputer pribadi tuh besar pengaruhnya terhadap purpose of life ;-)


Karena PC ini nggak ada modemnya, hanya punya WiFi, Ima sempat gw ajak ke Starbucks. Ngopi2 sambil internetan. Dan di sana terlihat sekali Ima jadi lebih punya rasa percaya diri. Begitu masuk, langsung cari meja di sudut yang nyaman, buka kompie, dan.. connect to internet. Memang, sejak semalam sebelumnya Ima sudah diajari bagaimana menyalakan WiFi, plus dikasih username & password i-Vas yang bisa dipakai di Starbucks. Meskipun yang dibuka selama di sana ya cuma Game Online, tapi gayanya udah kayak eks-mud ;-)

*Sebenernya, kalau nyoba WiFi-nya di Setiabudi One atau di foodcourt Mal Ambassador, jatuhnya lebih murah. Kan bisa pakai CBN Hotspot gw. Tapi.. Ima bilang nggak asyik kalau nggak sambil ngopi2. Lagian Mal Ambassador panas. Terus.. bapaknya ngomporin bahwa cari parkir di sana susah. Terpaksa deh... nyetarbak ;-)*

Salah satu yang bikin Ima khusyuk banget dengan komputernya adalah desain ergonomis komputer ini. Tuts keyboardnya lebih kecil daripada keyboard biasa, karena [tampaknya] memang dirancang untuk anak2. Pas gw nyoba ngetik 10 jari, eeeh.. mencet apa, keluar di layar apa ;-) Mungkin gara2 jari gw pisang semua ya ;-)? Tapi.. kalau buat Ima, tuts ini benar2 pas buat jarinya. Dia jadi lebih gampang mengetik.

Yang membuat Ima excited juga adalah touchpad-nya. Dari dulu, yang membuat Ima curious terhadap notebook bapak-ibunya adalah touchpad yang nggak ada di desktop PC kami. Tapi, karena nggak boleh pegang notebook bapak-ibunya, terpaksa dia nggak pernah nyoba2. Baru setelah mendapat komputer ini rasa ingin tahunya terpenuhi.

Memang sih.. masih ada sedikit keluhan dari Ima: layarnya kurang gede untuk main game.. hehehe.. Maklum, yang dicoba Ima adalah first generation yang layarnya kecil banget. Tapi kalau baca di internet, 2nd generation-nya punya layar yang lebih gede :-) Malah ada web-cam segala ;-)

*Kalau buat ibunya, layar yang kurang gede untuk main game ini malah menguntungkan ;-) Kan bisa bikin Ima demotivated main game ;-)*

Untuk first generation ini memang masih ada bebeberapa keterbatasannya. Di samping layarnya yang kecil, storage yang hanya 2GB membuat Ima agak kurang leluasa menyimpan banyak data. Bapaknyaima mengakalinya dengan menambahkan SD Card sebesar 512MB sehingga Ima sedikit lebih leluasa berkarya. Ya, memang, walaupun spec-nya terbatas, tersedia escape route berupa slot SD Card untuk yang membutuhkan storage lebih besar ;-) Bisa juga pakai external harddisk, karena ada 2 USB port ;-).

Yang masih agak sulit diakali adalah RAM yang hanya 256MB. Dengan RAM sekecil ini, agak sulit meng-install anti-virus tanpa mengurangi performanya. Padahal, anti-virus sangat penting bagi komputer yang dipakai anak2, karena mereka cenderung punya pengetahuan yang sedikit mengenai virus dan penularannya. Kalau dibaca di situsnya, memang tersedia juga yang RAM-nya lebih besar, yaitu 512MB (atau maksudnya expandable, kali ya?). Yaah.. mungkin apesnya Ima aja dapat yang RAM-nya kecil. Kalau yang 512MB, pasti lebih leluasa.

Well.. kalau baca fact sheet-nya, memang komputer ini tidak diposisikan sebagai pengganti dari notebook atau desktop PC yang banyak beredar sekarang. Ini hanya diposisikan sebagai semacam PDA - pelengkap dari notebook atau desktop PC yang kita gunakan. Sebagai pegakses, bukan media bekerja [utama]. Jadi.. bisa dimaklumi jika spec-nya nggak terlalu tinggi.

Still, PC ini masih memadai untuk first time users, terutama anak2. Buat ortu yang techie seperti bapaknyaima, tapi nggak punya cukup dana buat mbeliin anaknya notebook serius buat diutak-atik, bisa pakai ini aja ;-) Dengan harga "bersahabat", sekitar separuh harga notebook "beneran", lumayanlah untuk memperkenalkan anak ke komputer. Apalagi katanya komputer ini waterproof dan tahan banting (biarpun gw belum pernah nyobain, dan nggak mengijinkan Ima mencoba,. hehehe.. sayang juga nuang air atau mbanting komputer ;-))

Buat orang2 kayak gw, mungkin komputer ini bisa jadi alternatif PDA juga ;-) Daripada gw berkutat dengan stylus di layar yang kecil, masih lebih enak mencet2 tuts yg kecil ini.. hehehe.. Toh juga kalau download ke PDA biasanya gw connect via WiFi aja.

Dengar2, malah salah satu dosen FPsi UI malah udah ada yang pakai netbook ini sebagai pelengkap komputer utamanya. Memang sih.. yang dipakai bukan Zyrex Anoa, melainkan yang satu tingkat di atasnya: Zyrex Ubud. Tapi.. hal ini menunjukkan bahwa memang netbook seperti ini sudah mulai dibutuhkan oleh pasar ;-) Jaman seret duit begini, kalau udah dipinjemin komputer dari kantor, ya mesti pinter2 cari komputer pelengkap lah! Yang bisa dipakai kerja dimana aja, tapi nggak untuk sehari2 dan setiap saat ;-)

MANDATORY UPDATE: June 29, 2008

Bapaknyaima&nara "panas" nih baca tentang Starbucks ;-). Langsung dia mbobol celengan buat beli 21 gelas Vanilla Latte sebuah router, sehingga koneksi internet broadband yang baru dipasang minggu lalu bisa diakses dari kamar Ima. Hehehe.. danke, Liebchen, jadi nggak perlu nyetarbak lagi ;-)

Purpose of life-nya Ima pun berubah: jadi nge-donlot youtube.. hehehe.. Baguslah, jadi agak lupa sama game online. Bentar lagi situs ini gw sabotase aaah.. dimasukkan daftar situs yang gak bisa diakses, pakai fitur Parents Carefree kompie Ima ;-)

*oops, moga2 Ima nggak baca ;-)*