Wednesday, January 17, 2007

Merpati [Kok] Tak Pernah Ingkar Janji!

Tahun 80-an Mira W pernah menerbitkan novel berjudul Merpati Tak Pernah Ingkar Janji. Novel itu kemudian diangkat ke layar lebar dengan pemeran utama Paramita Rusady. Jeng Mita ini juga kemudian menyanyikan lagu berjudul sama.

Mungkin, tahun 80-an, merpati memang tidak pernah ingkar janji. Tahun 2007 mah beda 180 derajat. Merpati kerjaannya ingkar janji melulu ;-)

27 Desember 2006

Gw tanya tiket penerbangan Jakarta – Ende untuk Rabu, 10 Januari 2007 dan Rabu, 17 Januari 2007. Katanya ada, penerbangannya transit di Denpasar dan langsung terbang ke Ende sejam kemudian. Gw langsung pesan; tanggal 10 untuk field supervisor, tanggal 17 untuk researcher. Katanya tanggal 3 harus di-issued.

*Tolong dicatat: biasanya gw paling ogah naik pesawat yang bukan Garuda. Tapi berhubung Garuda gak punya pesawat ke rute2 perintis, terpaksa gw naik Merpati ;-)*

Berdasarkan harga yang diberikan, gw bikin quotation untuk klien. Gw mark up Rp 600,000. Bukan untuk kantong gw.. hehehe.. tapi untuk Plan B: kalau2 pesawat nggak bisa mendarat di Ende, konon sering dialihkan ke Maumere dan menempuh jalan darat. Sewa Kijang Maumere – Ende sekitar Rp 300,000.

2 Januari 2007

Lantaran project mundur, gw juga mengalihkan tiket tanggal 3 ke tanggal 17, sementara yang tanggal 10 tetap. Di situ pegawai Merpati baru bilang, ”Pesawat ke dan dari Ende hanya ada 2x seminggu, Bu. Hari Senin dan Kamis. Rabu tanggal 10 dan tanggal 17 tidak ada penerbangan”.

Huh? WTF? Kalau nggak ada penerbangan, kok pesanan gw yang lalu di-approved?

Nggak mau ribut, gw konsultasi dulu dengan klien atas perkembangan terbaru ini. Klien OK memundurkan Focus Group Discussion ke tanggal 23 – 24 Januari 2007. Dengan demikian gw bisa pesan tiket tanggal 15 Januari untuk field supervisor dan tanggal 22 Januari untuk researcher. Sekalian pesan tiket pulang tanggal 25 Januari 2007.

10 Januari 2007

Mau meng-issued tiket tanggal 15 seperti yang dijanjikan. Ternyata..

“Maaf, Bu. Tanggal 15 Januari tidak ada Merpati yang terbang. Tanggal 15 – 17 Januari semua Merpati masuk hanggar. Mohon maaf, Bu, karena Adam Air baru saja kecelakaan, semua pesawat harus diperiksa. Bagaimana kalau dialihkan ke tanggal 18 saja?”

Rasanya udah mulai tempra nih gw.. hehehe.. Kalau tanggal 18 field supervisor baru berangkat, nggak bisa FGD tanggal 23 - 24 dong, dodol! Akhirnya gw cancel Merpati, dan field supervisor berangkat naik Lion Air ke Surabaya, nyambung ke Kupang, baru naik Trigana Air ke Ende.

15 Januari 2007

Mau meng-issued tiket tanggal 22 Januari, sekalian yang untuk pulangnya tanggal 25 Januari. Petugas Merpati langsung nanya gw mau nginep dimana di Bali. Huh? Nginep di Bali? Nggak ada rencana tuh! Gw mau langsung pulang. Kan katanya jam 16:30 mendarat di Denpasar, jam 19:00 berangkat, jam 21:00 mendarat di Cengkareng?

”Maaf, Bu. Tanggal 25 Januari itu kami tidak ada penerbangan malam ke Jakarta. Penerbangan ke Jakarta tanggal 26 Januari jam 14:30. Kalau Ibu mau langsung pulang, silakan ganti pesawat Garuda dari Denpasar. Kalau tidak, kami bisa bantu pesankan penginapan di hotel transit Puri Nusantara”

Sebenernya sih gw udah mau murka. Tapi.. look at the bright side. One night in Bali, on company’s expenses.. gw tinggal bayar ongkos jalan2 ke Kuta. Ya udah deh, gw maafkan ingkar janji yang ini ;-).

Hari ini, 17 Januari 2007

Seperti setiap Rabu pagi, gw ada internal meeting. Selesai meeting, Research Administrator yang ditugasi ngurusin tiket sudah menunggu gw dengan wajah mau nangis.

“Mbak, sebel deh aku! Orang Merpati baru nelfon. Katanya mulai minggu depan Merpati nggak punya jadwal ke Ende. Orangnya nanya, Mbak mau turun di Kupang atau Maumere? Merpati cuma terbang sampai sana”

Ajegileee.. Ini maskapai penerbangan apa Metromini sih?? Kok seenak2nya aja menurunkan penumpang sebelum terminal tujuan.. hehehe.. Mending kalau dia tanggung jawab beliin tiket Kupang – Ende atau bayarin sewa mobil Maumere – Ende. Ini yang ada gw musti rogoh kantong lebih dalam.. hehehe.. Dihitung2 biaya tiketnya jadi 1 jt lebih mahal :-(

*Well, emang gak bikin gw rugi bandar. Tapi.. namanya juga emak2 ;-) Selisih Rp 100 aja gw mendingan pindah toko, apalagi beda Rp 1,000,000.. hehehe.. *

Eh, ada lagi yang ngeselin:

”Mbak, kalau mau turun di Kupang, Mbak mesti berangkat tanggal 21. Soalnya sampai Kupang udah sore, pesawat ke Ende cuma ada pagi. Terus, pulangnya juga mesti nginep di Kupang lagi. Soalnya pesawat dari Kupang ke Jakarta berangkat pagi2, nggak kekejar kalau harus naik pesawat dari Ende dulu”

Jadi? Gw mesti nambah nginep 2 malam? Di Kupang? Kalau nambah nginep 2 malam di Bali mah gw happy2 aja. Nambah seminggu juga OK.. hehehe.. Lha, di Kupang ada apaan sih yg bisa dilihat? Lagian, bukannya itu udah di Timor Barat ya? Kalau gw diculik Fretilin gimana? Hehehe.. Eh, ngomong2, Fretilin mah di Timor Timur ya? Lagian, udah gak ada ya? Kan udah merdeka ;-)

Epilog

Cukup sudah batas waktu
Untuk kau nyatakan
Mampukah dirimu
Membawaku.. uuu.. ke NTT

(diplesetkan dari lagu Glenn Fredly ini)

Gw langsung menyatakan putus hubungan dengan Merpati deh! Gak asik ah, ingkar janjinya udah konsisten gini ;-) Apalagi temen2 gw udah memperingatkan, ”Jangan sampai pas loe di Ende tiba2 Merpati bikin kebijakan baru bahwa mulai hari itu tidak ada penerbangan dari Ende ke Jakarta selama tahun 2007”.. hehehe.. ;-)

Gw mau naik Sriwijaya aja ke Kupang.. hehehe.. Minggu lalu baru saja naik Sriwijaya ke Malang dan pesawatnya lumayan enak.

*Note: Ke Malang naik non-Garuda ini juga darurat, soalnya rute Jakarta – Malang cuma dilayani Sriwijaya dan Mandala ;-). Dulu2 sih kalau ke Malang lebih senang naik Garuda ke Surabaya dilanjutkan jalan darat. Tapi sejak lumpur Lapindo kep*r*t itu membanjiri jalan tol, jalan darat Surabaya – Malang yang biasanya cuma 1-1.5 jam membengkak jadi 5-6 jam :-(*

Pengalaman dgn Sriwijaya kemarin, tampaknya mereka juga gak buru2 pesawat mendarat langsung terbang lagi. Ada jeda 45 menitan. Konon, pemeriksaan pesawat yang layak kan 30-45 menit ya? Cuma ya itu, Sriwijaya berangkat dari terminal lama yang tempatnya nggak nyaman, dan satu2nya lounge yang ada memberlakukan kebijakan bahwa credit card from any major bank does not rule ;-) Gilaaa.. di terminal ini biar loe punya kartu kredit platinum dari Citibank pun gak bakal bisa masuk lounge kalau nggak punya BNI Gold atau kartu dari bank apa gitu (yang gw udah lupa namanya saking nggak nge-top ;-)).. hehehe..

*Catatan: Itu tadi cuma perumpamaan aja lho. Gw juga tidak punya kartu kredit platinum. Yang ada gw suka makan di kedai Platinum ;-)*

Anyway.. doain gw terbang dan kembali dengan selamat ya.. ;-) Terusss.. ada yang punya ide nggak, selama di Kupang gw enaknya kemana, lihat apa?