Saturday, January 06, 2007

Dibutuhkan: Rumah Produksi

Pengumuman! Gw lagi cari rumah produksi nih, untuk memproduksi sinetron gw. Ada dua judul sinetron yg gw tawarkan: HILANG dan CSI: Jakarta. Ohya, jangan lupa, sinetron gw ini hanya kisah fiksi lho! Kesamaan nama karakter/cerita/setting hanya kebetulan belaka. Bener deh ;-)!

Untuk sinetron yang judulnya HILANG, kisahnya adalah tentang sebuah pesawat komersial yang lenyap secara misterius. Pesawat itu dinyatakan hilang setelah tak tertangkap radar Surabaya, dan Makassar, tapi hingga saat yg ditentukan tidak juga masuk ke radar Manado. Ternyata pesawat itu mengalami kesulitan dan jatuh di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Hehehe.. mirip LOST ya? Enggak, enggak nyontek kok! Ada perbedaan2 mendasar sebagai berikut:

  1. Dalam LOST, pesawat mengalami gangguan sistem navigasi dan komunikasi sebelum jatuh. Pemerintah tidak bisa menemukan karena mereka mencari pesawat di jalur yang seharusnya dilewati, tanpa tahu bahwa arah terbang sudah menyimpang. Dalam HILANG pesawatnya sih terbang sesuai arah, dan jatuh somewhere di arah yg tepat itu. Tapi pemerintah tidak bisa menemukannya karena: radar Badan SAR sudah beberapa lama ini rusak, sehingga selama ini sih pemerintah ”nebeng” radarnya Singapura
  2. Dalam LOST pesawat rusak mendadak ya karena salah arah itu! Tak sengaja mereka melintas di atas pulau yang memang dijadikan laboratorium medan energi, yang otomatis mengacaukan sistem navigasi dan komunikasi pesawat. Pesawatnya sendiri sih baik2 saja, kalau gak melintas di atas pulau itu. Dalam HILANG, well.. apakah pesawat itu layak terbang pun sudah dipertanyakan. Seperti kata Marsekal Chappy Hakim di RCTI dua malam lalu, ada budaya2 perusahaan penerbangan yang tidak sehat. Misalnya aja: pesawat yg baru mendarat langsung boleh terbang lagi tanpa diperiksa secara mendetil.
Cuma.. yang bikin gw masih bingung, yg mau gw angkat dalam HILANG ini cerita tentang bagaimana penumpang pesawat itu bertahan hidup walaupun gak segera ditemukan, atau sebab-musabab pesawat itu jatuh serta tak segera ditemukan ya? Kalau menyoroti penumpangnya, ntar kelewat mirip sama LOST.. hehehe..
Menyoroti sebab-musababnya memang lebih orisinil, tapi bisa2 gw dapat berbagai memo tentang gak boleh menceritakan ini-itu.. ;-) Hehehe.. dan jangan sampai tiap tayangan membuat ada lembaga/perseorangan yg harus segera melakukan klarifikasi. Kayak Badan SAR yang jadi repot setelah media massa menuliskan tentang radar yang [kata Badan SAR] tidak rusak ;-)

Dan lagi.. kalau gw nulis tentang sebab-musababnya, bisa2 selesai dalam 1 episode dong? Nggak jadi film seri? Nah.. kalau cuma satu episode mah mendingan dimasukkan dalam CSI: Jakarta aja kali ya?

Soal CSI: Jakarta ini gw udah punya beberapa ide cerita. Maunya gw sih dijadiin spin-off CSI: Crime Scene Investigation aja, kayak CSI: Miami dan CSI: NY, biar boleh ikutan pakai formula mereka ;-).

Beberapa episode yang sempat terpikir oleh gw adalah:

  1. Kematian Tak Biasa Sang Biduan: tentang seorang biduanita yang ditemukan tewas di sebuah kamar hotel [recap]
  2. Senopati Nusa Antara: tentang sebuah kapal yang karam di antara dua nusa [recap]
  3. Ngumpul ora Ngumpul yo Ora Mangan: tentang kegagalan penyediaan makanan jemaah haji [recap]
Tiga2nya high profile case tuh! Terutama episode ke-3: Ngumpul ora Ngumpul yo Ora Mangan. Waaah.. itu bisa jadi kasus cross-jurisdiction tuh, antara Indonesia & Arab Saudi.

Episode ini akan menyelidiki mengapa katering bisa terlambat 30 jam: benarkah karena katering Anna disabotase? Atau katering Anna memang buruk servisnya, dan pihak penyelenggara haji Indonesia aja yang kurang teliti mempelajari track record sebelum teken kontrak? Seperti gw dengar di berita kemarin, memang pemerintah tidak punya undang2 yang kuat untuk mengantisipasi, apalagi mencegah, kejadian seperti ini. Jadi ada kemungkinan memang waktu teken kontrak track record bukan sesuatu yg penting, lha wong merasa bukan kewajibannya untuk mengantisipasi. Either way, mau "pembunuhan berencana" maupun "kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang", kan tetap dikenai hukuman, kan?

Well, gw pinginnya sih sinetron ini scientific kayak CSI; diulas mendetil tentang apa-kenapa sampai terjadi kejadian2 seperti itu, dengan segala teknologi canggih dan ketekunan kerja, plus cara berpikir yang sangat ilmiah a la Grissom & team. Tapi kalau dibikin penuh action seperti CSI: Miami [yang jagoannya ”Miami Dade Police first, scientist next” alias gampang banget narik pistol] demi memenuhi selera pasar juga gak papa ;-) Lagian mungkin kelihatan kurang natural ya, kalau Indonesia terlalu scientific? Lha wong radar aja mati *oops, kok ke sana lagi.. HAHAHA..*

Nah.. gimana? Ada rumah produksi yang berminat? Ayolah.. daripada copy-paste drama Korea dan Jepang, sekali2 copy-paste film2 sci-fi aja ;-) Biar agak kelihatan cerdas dikit nih kita.. HAHAHAHA..

Kalau rumah produksi nggak berminat, mungkin pemerintah berminat? Berminat mengaplikasikan CSI: Jakarta dalam kehidupan nyata. Kalau masalah HILANG kayaknya sudah teraplikasikan dalam kehidupan nyata deh, jadi gak perlu usaha aplikasi apa2 lagi ;-). Tinggal diambil hikmahnya aja biar nggak terulang di masa
depan.

*dan selain ambil hikmahnya, gw dukung banget Bapak M Iksan Tatang untuk mencabut ijin perusahaan, apabila terbukti ada kelalaian prosedur keselamatan dalam peristiwa Adam Air. Ada spekulasi pesawat itu tenggelam di laut karena ditemukannya baju bayi. Walah, kalau memang tenggelam, gw tambah bertanya2 lagi: kemana pelampungnya penumpang? Kok semua bisa ikut tenggelam?*

UPDATE 10 Januari 2007:

Gara2 komentar Hans ini, gw jadi ingat sebuah cerita pendeknya Stephen King. Judulnya The Langoliers, tentang penumpang pesawat yang tiba2 terbangun menemukan pesawat setengah kosong. Ternyata mereka adalah penumpang2 yang selamat ketika pesawat memasuki time warp yang mengantar mereka pada dunia lain. Mereka selamat karena mereka tertidur (=tidak sadar, tidak ada dalam dunia yg benar2 nyata). Dalam dunia nyata, pesawat ini telah dinyatakan hilang. Namun para penumpang ini akhirnya bisa menemukan celah time warp itu kembali, dan kembali ke dunia nyata. Hanya saja.. mereka kembali ke masa 10 menit lebih cepat daripada kenyataan.

Dengan demikian mereka bisa melihat orang2 lain (karena semua orang adalah "masa 10 menit lalu" bagi mereka = nyata), namun orang2 tidak bisa melihat mereka, karena mereka adalah "masa depan" bagi the rest of the world. Mungkinkah ini terjadi juga pada Adam Air yang hilang? BTW, ini pernah difilmkan juga lho!